Bupati: Saya Tindak Tegas Aktivitas PETI Di Musi Rawas Utara

 

Muratara, Muratarabicara.com- Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni menyatakan tegas menindak penambangan emas tidak berizin (PETI) yang beroperasi di Kabupaten Musi Tawas Utara. Karena, berdampak rusaknya ekosistem lingkungan dan air sungai.

“Bapak/ibu semua resah. Saya juga resah dan penuh kemarahan atas kerusakan alam di Musi Rawas Utara.
Saya sudah berusaha maksimal dan sudah bersurat ke Kementerian, lembaga dan koordinasi unsur hukum untuk ada keseriusan dalam penindakan,”tegas Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, Jumat (21/08/2026) dalam press releasenya.

Diitegaskannya, sebagai Bupati telah meminta camat, kepala desa (Kades) dan unsur Tripika turun dan hentikan semua giat illegal emas ini. Karena mereka lah paling tahu dari semua kehidupan dan kerusakan di desa-desa dan wilayahnya masing-masingm

Sekarang selesai atau tidak tergantung camat, kades, Dan unsur hukum wilayah kecamatan. Disitu ada polisi dan di back up oleh TNI. Sebagai Bupati akan terus lobby kementerian dan lembaga untuk melakukan tindakan secara aturan besar di negara ini.

“Ini contoh dulu saya turun kami bakar dan dimusnahkan berhenti seminggu. Setelah itu jalan lagi karena tidak ada penahanan terhadap perusak lingkungan hidup. Ini di Muara Kuis juga sudah hancur maling kayu alasan buka jalan padahal hutan lindung dilapor gak (tidak) juga di tindak lanjut. Kalau masyarakat sendiri-sendiri baru ditangkap. Pemerintah buka di hutan produksi dan hutan lindung juga ditangkap dan dimasalahkan. Ada cukong dibiarkan sampai bukit itu longsor masyarakat yang di selahkan dan dibodohi pemodal laknat Allah kemudian,”katanya.

Menurut dia, air sungai baru bersih lagi kalau lebaran dan ini sudah juga dilaporkan sebagai contoh kalau tidak ada illegal emas sungai kami bersih foto rusak dan foto bagus gak (Tidak) juga paham tetap membiarkan orang ngacau dan merusak.

Bapak ibu masyarakat ku saya telah berusaha terbaik dan terus berusaha jika gagal saya minta maaf tidak semua bisa saya selesaikan dengan jabatan saya ini karena tata pemerintah harus juga saya patuhi juga lintas sektoral yang melekat.

“Saya diam di bilang ambek komisi illegal emas, saya turun di bilang pura-pura. Silahkan yang koment begini datang ke rumah saya. Saya kasih duit (uang) kita turun sama-sama kita nginap kita bakar lagi semua yang ada dan siap gadai nyawa dilapangan bertembakan,”ungkap Devi Suhartoni.

Dia menambahkan, masyarakat semua jangan tutupi keluarga kalian illegal emas merusak air. Masyarakat semua kita berdoa yang ambil kekayaan dari merusak air kita mendapat ganjaran dari Allah dalam bentuk apa dalam hati kita yang sakit melihat kehancuran ini.(Rls)

Komentar