Aliansi Jurnalis, Tuntut Usut Tuntas Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Peristiwa, Sumsel51 Dilihat

 

Palembang,Muratarabicara.com- Aliansi Jurnalis bersatu, Provinsi Sumsel, gelar aksi solidaritas di depan Mapolda Sumsel, terkait aksi kekerasan terhadap dua wartawan yang dikeroyok saat bentrok masa Cipayung plus dan Ormas beberapa waktu lalu.

Sejumlah organisasi Pers di provinsi Sumsel terdiri dari PWI, AJI, PFI, IJTI, SMSI, AMSI, JMSI, FJPI dan seluruh insan pers di Sumatera Selatan, Kamis (15/10) sekitar pukul 13.00 WIB, mengajukan empat tuntutan ke pihak kepolisian.

Salah satu ketua aliansi Jurnalis bersatu Provinsi Sumsel, Oktaf Riadi  menyampaikan. Usut tuntas kekerasan terhadap Jurnalis seret aktor intelektual dibalik kerusuhan itu ke meja hukum. Pelaku kekerasan terhadap jurnalistik di Proses hukum dengan ketentuan pidana UU Pers No40 tahun 1999.

Evaluasi menyeluruh pengamanan intelejen dan pengamanan aksi masa. Copot sekarang juga Direktur intelkam Polda Sumsel, sebagai pertanggungjawaban jabatan atas dugaan kegagalan mengantisipasi potensi konflik dan mencegah bentrokan masa.

“Jika tidak becus seharusnya mundur, karena itu resiko jabatan. Masih banyak yang layak memimpin di posisi strategis,” jelasnya.

Sementara itu, firman Pimred Pal TV mengungkap rasa kekecewaan, karena anggota mereka menjadi sasaran brutal aksi pengeroyokan oleh Oknum Ormas. Sedangkan jelas jelas sejumlah pewarta tengah melakukan peliputan dan mengungkapkan identitas mereka sebagai wartawan yang menjalankan tugas namun tetap dikeroyok hingga luka luka.

“Polisi jangan kalah dengan Ormas, Bubarkan Ormas Ormas yang melakukan aksi kekerasan. Jika polisi tidak berani memberantas ormas berbau premanisme lebih baik bubarkan saja Polda Sumsel ini sekalian,” bebernya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana, yang langsung menemui masa. Menjelaskan pihaknya meminta maaf terhadap seluruh insan pers karena insident bentrok beberapa waktu lalu ada dua anggota jurnalis yang ikut menjadi korban.

“Kami sudah mendapat instruksi dari kapolri, Polisi harus bersama masyarakat. Terkait insident itu kami minta maaf, langkah yang kami lakukan memberikan atretmen yang terbaik terhadap korban baik dari rekan jurnalis, adik adik mahasiswa maupun anggota yang menjadi korban,” bebernya.

Pihaknya juga menjelaskan, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait insident itu, “Saya sudah mendapat informasi dari Dirkrimum Polda Sumsel, kemarin sudah ada satu provokator yang ditangkap karena membawa Sajam. Dan pagi tadi sudah ada dua tersangka yang menyerahkan diri, dan saat ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Kapolda menegaskan, akan memberikan upaya maksimal dalam pengusutan kasus tersebut. “Kami tidak bisa bekerja sendirian, Karena jurnalis juga merupakan mitra Polri. Kami akan usut tuntas terkait kasus ini,” tutupnya.(Rls)

Komentar