Cegah Anak Sekolah Berkelahi Antar Desa, Bupati Musi Rawas UtaraIngatkan Pentingnya Peran Orang Tua

Muratara, Peristiwa11 Dilihat

 

Muratara, Muratarabicara.com- Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Devi Suhartoni mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua mendukung pendidikan dan perkembangan karakter anak di sekolah. Untuk mengantisipasi hal yang tidak baik terjadi.

“Saya minta dan ingatkan untuk para orang tua anak-anak yang sekolah hendaknya secara berulang kali diingatkan anak-anaknya. Untuk tidak membully teman, tidak berantam di sekolah. Tidak berantam di pulang sekolah. Terutama anak-anak sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Tidak kebut-kebutan pulang dan pergi di jalan ke sekolah. Masih banyak anak-anak yang naik mobil terbuka juga diingatkan demi keselamatan. Memakai helm saat berkendara demi keselamatan anak-anak sendiri. Ajarkan rasa empati (kasihan) dan kebaikan-kebaikan untuk masa depan,”tegas Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, Kamis (22/10/2026).

Bupati menjelaskan banyak laporan orang tua ke rumahnya menyebutkan anaknya berantam dengan antar desa yang berbeda dan saling gumbul (berkumpul). Akhirnya berantam ramai-ramai.

“Ini kita saling ingatkan didik anak-anak untuk tidak berantam. Dan saling tuntut mau berdamai dan lainnya. Jelaskan ke anak-anak kita sebagai orang tua bukan justru ikut campur memperkeruh dan menunjukkan kehebatan. Kasih tahu dampak negatif berkelahi antar siswa antar desa. Bila perlu kalian lah orang tua yang langsung menjadi penengah dan membawa kebaikan bagi anak-anak,”jelas dia.

Selain itu, jika berdamai. Uruslah baik-baik hentikan saling tekan dengan sen (uang,) mahal. Sebab, belum tentu semua ada sen. Kalau bisa di damaikan dengan adat jadi keluarga. Maka damaikan tetapi jika memang tidak bisa jangan di perluas keributannya.

“Kita hidup berdampingan, bermasyarakat dan masih satu rumpun. Kedepankan kebaikan apalagi masalah anak-anak sekolah. Jangan merasa kita hebat keluarga besar dan memiliki sen. Kedepankan hal baik dan ajarkan anak-anak dampaknyo akibat berkelahi,”kaya Devi Suhartoni.

Bupati menambahkan jika guru-guru baca sampai ke SMA. Walau SMA itu dibawah kewenangan provinsi ini menjadi materi juga untuk ingatkan anak – anak sebelum belajar.

“Kasih pemahaman orang sibuk cari ilmu dan mengejar sekolah yang baik ke universitas . Tidak musim lagi keroyokan antar siswa antar desa. Sampaikan secara terus menerus ke anak-anak didik kita,”pungkasnya.(**)

Komentar