Muratara,muratarabicara.com- 5 September 2026 — Isu terkait pengelolaan dana revitalisasi gedung sekolah kembali mencuat di kalangan masyarakat, kali ini menyasar seorang oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) sungai jauh. Keterbukaan publik yang diharapkan justru berbalik menjadi penolakan keras ketika pihak pers berusaha menanyakan hal-hal terkait penggunaan anggaran tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterima, sekolah tersebut telah menerima alokasi dana revitalisasi dari pemerintah untuk pemugaran dan perbaikan fasilitas gedung serta sarana belajar. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan rinci mengenai besaran anggaran, jenis pekerjaan yang dilaksanakan, hingga progres pelaksanaan pembangunan.
Ketika wartawan datang untuk melakukan konfirmasi dan mencari informasi resmi, oknum kepala sekolah tersebut justru menunjukkan sikap yang tidak bersahabat. Alih-alih memberikan penjelasan, ia terlihat enggan berkomentar, bahkan berusaha menghalangi proses peliputan. Berbagai upaya dilakukan untuk menghindari pertanyaan terkait sumber dana, peruntukan, hingga laporan pertanggungjawaban kegiatan.
Warga sekitar dan beberapa orang tua siswa yang meminta namanya tidak disebutkan menyampaikan keresahannya. “Kami ingin tahu seberapa besar bantuan yang diterima dan untuk apa saja digunakan, agar ada kejelasan. Tapi setiap ditanya, pihak sekolah selalu menghindar dan tidak mau menjelaskan,” ujar salah satu warga.
Sikap tertutup yang ditunjukkan oleh oknum kepala sekolah tersebut memicu dugaan di kalangan masyarakat adanya hal yang tidak transparan dalam pengelolaan dana tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan yang terbuka dan transparan, mengingat dana revitalisasi adalah uang rakyat yang seharusnya dikelola secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk menemui dan mendapatkan keterangan dari oknum kepala sekolah tersebut belum berhasil. Pihak Dinas Pendidikan setempat diharapkan dapat menindaklanjuti laporan ini, melakukan pengecekan serta meminta keterangan untuk memastikan dana tersebut digunakan sesuai peruntukannya demi kepentingan peningkatan kualitas pendidikan.
Redaksi akan terus memantau perkembangan peristiwa ini.
Selain itu,pihak pemerintah desa,dalam hal ini kepala desa sungai jauh saat pihak media mengkonfirmasi,terkait kegiatan itu mengatakan ” Memang benar saya tau ada bangunan disekolah di wilayah pemerintah Desa sungai jauh,namun sampai saat ini belum ada konfirmasi secara langsung dengan pihak pemerintah, maupun kepada saya pribadi. Ujar kades.
Dengan demikian,jika ada permasalahan di sekolah tersebut,otomatis kami tidak mengetahui,baik.secara fisik maupun meterial,jika ada serangana ataupun sejenisnya.kami tidak tau menau,sekali lagi saya jelaskan sampai saat ini,tidak ada konfirmasi kepada kami pemerintah Desa,baik secara tertulis maupun secara lisan tutup kades.

















Komentar