Musi Rawas, Muratarabicara.com-Setelah hampir dua bulan dinyatakan hilang. Akhirnya jenasah Kelvin Febriansyah (16) siswa SMA warga Rt 11 Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas ditemukan.
Jenasah korban yang sudah menjadi tulang belulang ditemukan oleh penyelam ikan Andi dan Hendri bersama ketiga rekannya.
Kerangka diduga Kelvin ditemukan di pinggir aliran sungai Kelingi, tepatnya di Lubuk Pauh, Desa Remayu, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 21.00 wib.
Kerangka manusia di duga Kelvin ditemukan puluhan kilometer dari tempat kejadian perkara, jembatan Muara Beliti, Minggu (5/10/2025) lalu.
Saat ditemukan pakaiannya identik dengan celana yang dipakai Kelvin pada saat dilaporkab hilang.
Menurut informasi di lapangan penemuan ini bermula ketika seorang warga melihat sisa-sisa tulang dan potongan pakaian di tepian sungai. Yang membuat geger, pakaian tersebut identik dengan celana yang dikenakan Kelvin pada hari ia dilaporkan hilang. Informasi itu segera sampai ke keluarga korban dan aparat kepolisian.
Menurut ibu kandung Kelvin yakni Mus didampingi Yanto dengan suara bergetar memastikan bahwa tulang yang ditemukan itu adalah milik anaknya.
“Itu benar anak saya… celananya sama persis dengan celana Kelvin waktu dia jatuh dari jembatan itu.Saya yakin itu Kelvin. Kami sudah ikhlas… tolong jangan diotopsi,” ucapnya dengan suara bergetar.
Keluarga menyatakan bahwa identitas pakaian sudah cukup sebagai bukti kuat. Mereka tidak ingin proses otopsi dilakukan karena alasan psikologis dan keyakinan penuh bahwa tulang belulang tersebut adalah milik Kelvin.
Sementara itu, Pihak Polres Musi Rawas dan Polsek Muara Kelingi menyampaikan bahwa mereka telah berkoordinasi langsung dengan keluarga korban. Atas permintaan resmi keluarga, polisi tidak akan melakukan proses otopsi.
“Keluarga meminta agar tidak dilakukan otopsi. Kepolisian menghormati keputusan tersebut,” ujar salah satu petugas yang berada di lokasi.
Meski demikian, polisi tetap melakukan pendataan, pengamanan lokasi, serta prosedur identifikasi standar yang tidak memerlukan pembedahan, guna memastikan tidak ada unsur lain dalam kasus ini.
Sebagaimanq diberitakan sebelumnya Kelvin Febriansyah (16) dilaporkan jatuh dari jembatan di Kelurahan Pasar Muara Beliti, Minggu (5/10/2025).
Selama berminggu-minggu, pencarian terus dilakukan namun tanpa hasil. Sungai Kelingi yang luas dan berarus deras membuat pencarian sangat sulit. Banyak warganet ikut mengikuti perkembangan kasus ini, berharap Kelvin ditemukan dalam keadaan selamat.
Namun harapan itu akhirnya menemukan kejelasan setelah tulang belulang yang ditemukan hari ini menunjukkan kesamaan kuat dengan ciri dan pakaian Kelvin.
Setelah memastikan identitas, keluarga rencananya membawa tulang belulang tersebut untuk dimakamkan dengan layak. Warga sekitar juga tampak ikut berduka, mengingat kasus hilangnya Kelvin sudah menjadi perbincangan hangat selama beberapa minggu terakhir.
Suasana haru menyelimuti keluarga yang menerima kenyataan pahit bahwa penantian panjang tersebut berakhir dengan tragedi.
Penemuan tulang belulang ini seolah menjadi jawaban dari misteri yang menggantung lebih dari sebulan. Meski menyedihkan, keluarga Kelvin kini telah menemukan kepastian dan dapat memberikan penghormatan terakhir untuk anak mereka.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya keselamatan di area rawan seperti jembatan dan aliran sungai besar. (**)




















Komentar