Ini Cara Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara Kelola CSR/PPM

Muratara, Peristiwa75 Dilihat

 

Muratara,Muratarabicara.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara tidak pernah menerima uang dalam pengelolaan dana Community Social Responsibility (CSR) dari stakeholder. Melainkan menyiapkan program dan dikerjakan langsung stakeholder.

Hal tersebut dijelaskan Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni. Sejak menjabat sebagai bupati. Pemkab Musi Rawas Utara tidak pernah menerima dalam bentuk uang untuk program Community Social Responsibility (CSR) serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM).

Keduanya berbentuk program dan program itu dibuat sesuai spek teknis dari pemerintah dan pemerintah menentukan lokasinya.

“Silahkan perusahaan melakukannya dan setelah selesai itu menjadi milik pemerintah. Jika dalam bentuk aset maka itu dicatat sebagai aset dan tambahan aset. Juga dijelaskan dalam audit pemerintah dan dihitung oleh penilai aset oleh badan yang legitimate oleh pemerintah (KJPP),”jelas Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, Rabu (02/09/2026).

Sedangkan, untuk PPM biasanya perusahaan langsung kepada desa dan kecamatan terdekat. Misalnya seperti program terpal ikan, ayam, bebek atau sapi, pelatihan UMKM beserta alat alatnya, pemerintah hanya mendorong pelaksanaan tersebut di masyarakat.

Bagaimana dengan sumbangan, Devi Suhartoni menuturkan kalau acara pemerintah biasanya beberapa perusahaan diajukan proprosal dan mereka memberi sumbangan seperti uang semampu mereka. Biasa juga uang itu dibeli hadiah door prize atau mereka menyumbang barang seperti paling besar kulkas, dan sepeda listrik.

“Kalau acara -acara seperti olahraga, atau 17 Agustus itu urusan masing masing yang mengajukan proposal ke perusahaan. Perusahaan akan memberi bantuan langsung kepada yang punya acara,”kata dia.

Dijelaskannya, dulu tahun 1991 sampai dengan tahun 1997. Saat dirinya berkerja di perusahaan asing pelopor CSR dan COMDEV/PPM di Indonesia yaitu Kaltim Prima Coal/KPC (Rio Tinto dan BP Inggris).

“Termasuk kami menyusun aturan bersama pemerintah. Pada saat itu belum ada program dari perusahaan terstruktur dan terprogram baik. Maka KPC merupakan katalisator CSR/Comdev/PPM di Indonesia,”ungkap Devi Suhartoni.

Dia menambahkan pada waktu itu bangun jalan, sekolah, perternakan di Kalimantan Timur. Sangatta saat ini menjadi Kutai Timur dulu masih kecamatan.

Begitu juga ketika dirinya bekerja di Newmont Nusa Tenggara mempunyai program CSR, PPM dan menyalurkan sumbangan proposal dari masyarakat atau organisasi tertentu keagamaan Dan juga KONI, dab IMI.

“Ini diagram program perusahaan biasanya di seluruh Indonesia,”pungkasnya.(Rls)

Komentar