Kabut Asap semakin Pekat Selimuti Warga Palembang

Peristiwa, Sumsel64 Dilihat

 

Palembang, Muratarabicara.com— Pagi di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (15/10), tak lagi disambut udara segar. Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti sejumlah kawasan kota sejak sekitar pukul 07.30 WIB, mengusik aktivitas warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Pantauan di kawasan Taman Simpang Polda Palembang, lapisan asap tampak menyelimuti lingkungan sekitar. Kondisi ini bukan hanya mengurangi jarak pandang pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan keluhan warga yang harus tetap beraktivitas di tengah udara yang terasa kurang nyaman.

Ridho, petugas kebersihan yang ditemui di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa kabut asap menjadi gangguan tersendiri bagi warga yang bekerja di luar ruangan. Sebagai petugas yang harus membersihkan area taman, ia tetap menjalankan tugas meski kondisi udara dipenuhi asap.

“Semakin hari kabut asapnya semakin pekat, jelas ada dampak seperti sesak, batuk dan filek. Tadinya tidak pakai masker sekarang harus pakai masker,” katanya.

Dia juga mengharapkan upaya nyata yang dilakukan Pemerintah dalam menangani masalah Karhutlah khususnya di wilayah kota Palembang dan sekitarnya.

“Harapannya supaya Karhutlah cepat ditangani dan pemerintah itu responsif. Supaya kabut asap hilang di kota Palembang,” ungkapnya.

Kabut asap yang menyelimuti kawasan perkotaan membuat aktivitas pagi terasa berbeda. Pengendara harus lebih berhati-hati karena jarak pandang dapat terganggu, sementara warga yang bekerja di ruang terbuka menghadapi paparan udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan iritasi mata dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker yang sesuai, mengurangi kegiatan berat di luar ruangan, serta segera mencari tempat dengan udara lebih bersih apabila mengalami keluhan pernapasan.

Kabut asap yang semakin pekat ini juga menjadi pengingat pentingnya pemantauan kualitas udara dan penanganan sumber kebakaran yang menyebabkan pencemaran. Masyarakat berharap kondisi udara di Palembang segera membaik agar aktivitas sehari-hari dapat kembali berlangsung dengan nyaman dan aman.(Zul)

Komentar