Masyarakat Musi Rawas Utara Diminta Waspada Perubahan Iklim

Muratara, Peristiwa19 Dilihat

 

Muratara, Muratarabicara.com- Perubahan iklim secara cepat diperlukan kewaspadaan dini. Sehingga, warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dapat mempersiapkan diri dan bukan saling menyalahkan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni. Untuk masyarakat Muratara semua, saat ini musim kemarau masih akan berlangsung yaitu kering dan basah. Insya Allah tidak kering sekali minggu-minggu mendatang.

Hari inipun kemungkinan ada hujan dibeberapa wilayah daerah Muratara. Namun yang ingin saya sampaikan persiapan yang mau menanam padi ada dua yakni menanam padi di wilayah tidak tenggelam kalau banjir waktu yang tepat bulan 10,11 dan bulan 12. Perlu diperhitungkan bagi yang banjir seperti daerah Pauh, Bukit Langkap, Macang dan Karang Jaya. Ini sangat sulit kemarin kemarau panjang dan kedepan akan banjir. Pauh Raya dan Batu Kucing gimana hasil panen di kemarau ini dan menanam karet serta kelapa sawit.

“Kita persiapan jika banjir di bulan 12, 1, 2, dan bulan 3. Kemungkinan bulan 4. Banjir akan memang lebih tinggi dari sebelum sebelumnya karena sungai kita sedimentasi lumpur penambangan emas illegal (PETI) terus merusak aliran sungai dan air,”jelas Bupati Muratara, H Devi Suhartoni. Selasa (22/09/2026) dalam press releasenya.

Menurutnya, saat banjir kita melakukan persiapan alat-alat pemerintah ada beberapa perahu setiap desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara ada beberapa perahu dan ketek sudah disiapkan untuk mengevakuasi posisi sulit terutama anak-anak, lansia, ibu hamil dan dapur umum serta menyiapkan stok makanan yang dibutuhkan pada waktunya. Termasuk tabung gas untuk memasak.

“Nah, untuk bahan pangan seperti cabe sebaiknya sekarang masyarakat tanam di Pollybag di dapur atau tempat yang tinggi. Khusus untuk yang tenggelam jalannya seperti Kecamatan Karang Dapo, Rawas Ilir yang selalu parah. Kita lakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan,”ujarnya.

Bupati Muratara menjelaskan semua masyarakatkita sudah tahu kapan kemarau dan kapan banjir hendaknya mempersiapkan diri daripada kita menyalahkan satu sama lain. Sebagai Bupati Muratara juga akan mengadakan rapat dengan TNI/Polri. Persiapan ketika terjadi banjir. Yang jelas banjir pasti ada ini adalah musiman.

“Terima kasih kepada semua kepala desa (Kades) dan masyarakat yang telah selalu saling ingatkan. Tahun 2026 ini kemarau kering tetapi kita masih bisa mengendalikan api bersama unsur TNI/Polri, dan BPBD. Titik api berkurang selama kemarau panjang ini karena terjadi hujan. Terus jaga wilayah masing masing dan jangan ada membakar,”pungkasnya.(

Komentar