Rumah Asa Silampari Muratara butuh Perhatian Pemkab, Berharap Ruang Kolaborasi untuk Rehabilitasi Narkoba

Blog6 Dilihat

 

 

Muratara,Muratarabicara.com Kamis 15 Oktober 2026 — Yayasan Rumah Asa Silampari Cabang Musi Rawas Utara (Muratara), yang bergerak di bidang rehabilitasi narkoba dan pelayanan kesejahteraan sosial, berharap mendapat perhatian serta ruang komunikasi yang lebih luas dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara.

Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang Yayasan Rumah Asa Silampari Cabang Muratara, Ade Irmansyah, S.H., saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2026).

Ade mengungkapkan, pihaknya merasa keberadaan yayasan belum mendapatkan perhatian sebagaimana yang diharapkan, meskipun selama ini pihaknya telah berupaya membangun komunikasi dengan pemerintah daerah melalui prosedur yang ada.

“Kami merasa seperti dianaktirikan oleh pihak Pemkab Muratara. Padahal, kami sudah berupaya menjalani komunikasi secara prosedural dan profesional,” ujar Ade.

 

Menurutnya, pihak yayasan sebelumnya juga telah menyampaikan surat kepada pemerintah daerah melalui bidang Forkopimda Muratara. Namun, hingga saat ini, pihaknya mengaku belum mendapatkan titik temu maupun ruang komunikasi secara langsung dengan pemerintah daerah.

Ade menegaskan, pihaknya tidak semata-mata meminta bantuan materi. Mereka berharap diberikan kesempatan untuk bertemu dan memperkenalkan keberadaan Rumah Asa Silampari secara langsung, baik dari sisi kelembagaan maupun manajemen.

“Kami hanya ingin meminta ruang waktu kepada pihak Pemda. Di samping memperkenalkan diri secara fisik, kami juga ingin memperkenalkan diri secara manajerial, sehingga keberadaan kami di Kabupaten Musi Rawas Utara ini dapat diakui dan dipahami,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Ade mengatakan Yayasan Rumah Asa Silampari Cabang Muratara juga terbuka terhadap bentuk dukungan pemerintah daerah, khususnya dalam menunjang pelayanan rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lanjutnya, apabila dukungan dalam bentuk materi belum memungkinkan, pihak yayasan berharap adanya dukungan sarana dan prasarana.

“Kami juga mengharapkan kinerja kami ini dilirik, baik secara fisik maupun manajemen. Terkait kebutuhan, jika tidak bisa membantu dalam bentuk materi, kami juga membuka harapan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk menunjang pelayanan klien kami,” katanya.

Ia menjelaskan, fasilitas yang dimiliki saat ini dapat menampung maksimal 25 klien, khusus untuk klien laki-laki.

 

Dalam menjalankan programnya, Rumah Asa Silampari Cabang Muratara juga telah melakukan komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah maupun instansi terkait.

Ade menyebut, beberapa pihak yang telah diajak melakukan MoU di antaranya Kesbangpol, Bapas Kelas II Muratara, serta Lapas Kelas III Surulangun Rawas.

“Kami sudah melakukan MoU dengan beberapa OPD dan instansi, salah satunya BNN Sumsel,Polda Sumsel, Dinkes,Dinsos,RSUD Rupit,Puskesmas,Kesbangpol, Bapas Kelas II Muratara, dan juga Lapas Kelas III Surulangun Rawas,” ungkapnya.

Siap Sosialisasikan Program hingga Tingkat Desa dan Sekolah

Ade menambahkan, pihaknya siap melakukan sosialisasi mengenai program dan manajemen rehabilitasi kepada berbagai elemen masyarakat dan instansi di Kabupaten Muratara.

Sosialisasi tersebut, kata dia, dapat dilakukan mulai dari tingkat desa, sekolah, kecamatan hingga kabupaten, termasuk kepada berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba.

“Kami siap mensosialisasikan manajemen kami ke beberapa instansi, mulai dari tingkat desa, sekolah, kecamatan, kabupaten, bahkan lembaga-lembaga yang sifatnya memajukan kabupaten ini, khususnya dalam bidang rehabilitasi pengguna narkoba maupun narkotika sejenisnya,” pungkas Ade.

Rumah Asa Silampari berharap pemerintah daerah dapat membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas, sehingga upaya rehabilitasi serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Musi Rawas Utara dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

 

Komentar