YBBN MLM Siapkan 7 Dapur Suplai Makan Bergizi Gratis Ke Sekolah-Sekolah

* Kedepan Bisa Bertambah

 

Musi Rawas, Muratarabicara.com -Yayasan Bhakti bela Negara (YBBN) Musi Rawas, Lubuklinggau, Musi Rawas Utara (MLM) menyiapkan tujuh dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Dua diantaranya berada di Megang Sakti I, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas sudah di launching. Sedangkan lima dapur lainnya launchingnya dilakukan secara bertahap.

Untuk dua dapur di Megang Sakti I, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas yakni dapur idola dan Fadilah launching dilakukan, Jumat (22/8/2025) lalu.

 

Kedua dapur tersebut terletak di Jalan Tri Tunggal Megang Sakti Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Mura sebagai pusat Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Megang Sakti 1 dan Megang Sakti ini merupakan dapur pertama yang beroperasi di wilayah Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura.

Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara untuk wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM), Dori Nuringgani Pratama mengatakan, sejuah ini baru ada tujuh dapur yang ada dalam wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara.

“Target sejauh ini ada tujuh untuk di MLM, sementara untuk di Kabupaten Mura ada lima SPPG meliputi SPPG Purwodadi, Jajaran Baru , Megang Sakti, Banpres Kecamatan Tuah Negeri,” ungkap Dori Nuringgani kepada awak media.

Dijelaskannya kedepan ada kemungkinan bisa bertambah. Setelah ini pihaknya juga akan melakukan konsolidasi dengan beberapa daerah seperti Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara terkait dengan SPPG tersebut.

“Untuk di Kota Lubuklinggau sejauh ini sudah ada dua titik yang kita ajukan. Kedepan kita akan melakukan konsolidasi ke Kabupaten Musi Rawas Utara dalam pengembangan SPPG tersebut,” jelasnya.

Ditempat yang sama,Ketua Yayasan Bhakti Bela Negara Pusat, Suparwo mengaku kedepan SPPG ini nantinya diharapkan dapat memberdayakan masyarakat sekitar.

“Kami sebenarnya ingin dapur ini dapat memberdayakan masyarakat sekitar, terlebih daerah-daerah yang jauh, sehingga sangat memungkinkan dalam memberdayakan masyarakat seperti komunitas driver atau yang lainnya,” jelasnya.

Namun, untuk area sejatinya tidak akan bersinggungan mengingat keberadaan dapur sudah ditentukan oleh pemerintah, dimana satu dapur itu hanya mengcover area dengan radius area sejauh 6 Km.

“Jadi jika jaraknya diluar dari yang sudah ditentukan, maka akan dicover dapur yang lain, artinya dalam pelaksanaannya tidak akan bersinggungan. Sementara untuk satu dapur hanya diberi kuota 3 ribu hingga 4 ribu,” pungkasnya. (**)

Komentar