Kabut Asap Pekat, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara Liburkan Sekolah

Muratara, Pendidikan66 Dilihat

 

Muratara, Muratarabicara.com- Kabut asap pekat mulai terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Sehingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara meliburkan anak-anak sekolah.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Muratara, H Devi Suhartoni. Kabut asap sangat tebal sehingga untuk kegiatan sekolah anak-anak taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) telah diliburkan untuk kelas 1, 2 dan 3. Sedangkan mulai besok (Sabtu) diliburkan juga SD kelas 4,5, 6 dan siswa SMP semua diliburkan.

Kabut asap ini akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Kebakaran yang terbanyak di wilayah Kecamatan Karang Dapo, Setia Marga, Desa Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo dan Desa Biaro. Yang lebih banyak api juga Kecamatan Rawas Ilir.

Sekarang ini angin arah ke Utara sehingga menyebatkan kabut asap terbawa dan semakin pekat masuk ke arah Kecamatan Rupit dan sekitarnya.

“Untuk masyarakat semua. Hindari dulu banyak berkegiatan diluar rumah. Jika hendak keluar harus pakai masker. Kami pemerintah sudah menyiapkan juga obat obatan dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) selalu siapa untuk masalah penyakit inspeksi saluran pernafasan (ISPA),”tegas Bupati Muratara, H Devi Suhartoni, Jumat (09/10/2026).

Dijelaskannya, saat ini kebakaran terparah terjadi di wilayah perusahaan PT Paramitra Mulya Langgeng (PML) yang berbatasan antara Desa Karang Dapo dan Desa Macang. Saat ini lagi dilakukan penyelidikan apakah punya masyarakat sengaja membuka kebun dengan cara membakar atau memang dari perusahaan PT PML yang buka kebun terbakar. Namun, pihak perusahaan tetap bertanggung jawab.

Sementara itu, untuk permasalahan listrik PT PLN di Kabupaten Muratara. Sudah dijelaskan sebelumnya. Ada perbaikan di penyulingan Provinsi Jambi. Sehingga, jalur listrik ke Kabupaten Muratara terganggu yakni arus lemah dan byar pet.

“Sekarang PT PLN mau melakukan pemasamgan tiang di gardu induk. Masalahnya yang punya tanah dak (tidak) boleh pasang tiang. Kalau pasang tiang bayar mahal. Semoga Tuhan mempermudah semua urusan terkait listrik PLN ini,”kata dia.

Dia menambahkan untuk masyarakat berhati-hati saat menggunakan kendaraan saat kabut asap pekat ini. Tetap perhatikan keselamatan dan memakai masker saat berkendara roda dua ataupun lainnya. Karena kesehatan jauh lebih penting untuk diperhatikan. “Saya minta sekali lagi. Jangan bakar hutan dan lahan. Sangsi tegas dan menyebabkan rusaknya lingkungan serta terganggunya kesehatan masyarakat lainnya,”tukasnya.(**)

Komentar