Muratara,muratarabicara.com –Hendri Warga Desa lubuk Kemang kecamatan Rawasulu kabupaten Muratara, propinsi Sumatera Selatan yang mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu unit perbankan di wilayah kecamatan Rawasulu mengeluhkan hal yang merugikan. Meski proses administrasi dinyatakan selesai dan dokumen termasuk kwitansi telah ditandatangani, dana pinjaman yang diharapkan tak kunjung cair.
Selanjutnya wartawan menghubungi melalui saluran Whastappnya Oknum pegawai Bank BRI simpang Nibung Inisial (Yg), menjelaskan saya sudah menjelaskan detail degan pak Hendri masalah pencairan di gagalkan sistem kantor pusat.Jelasnya.
Itu selanjutnya kita bahas dikantor, dan sekedar informasi, itu betul kwitansi pencairan, tapi itu hanya kwitansi serah terima belum sepenuhnya tandatangan menyatakan pencairan berhasil atau disetujui.
Hendri nasabah mengaku telah melengkapi seluruh persyaratan mulai dari surat pengantar desa, dokumen kepemilikan usaha, hingga tanda tangan di atas kwitansi penerimaan dana. Namun hingga waktu yang ditentukan, uang tak masuk ke rekening.
“Kami sudah tanda tangan semua berkas kontrak diatas materai dan juga kwitansi, seolah-olah uangnya sudah diterima. Padahal sampai sekarang tidak ada masuk sepeser pun,” ungkap Hendri nasabah, Selasa (22/9).
Hendri merasa bingung dan khawatir. Pasalnya, dengan sudah ditandatanganinya kwitansi,buku tabungan ,ATM telah diterima hingga kini belum cair, ia kekhawatiran akan muncul tagihan di kemudian hari meskipun dana tidak pernah diterima.





















Komentar