Pembangunan Pengamanan Sungai Di Rupit Musi Rawas Utara Diduga Dikerjakan Asal-Asalan. Aktivis Minta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau Melakukan Pengecekan

Muratara10 Dilihat

 

Muratara,muratarabicara.comFantastis. Pembangunan proyek pengamanan sungai Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara menelan anggaran Rp. 12 milyar.

Menariknya walaupun anggaran yang dikucurkan belasan milyar proyek tersebut terkesan diduga dikerjakan Asal-Asalan. Dugaan ini menguat setelah setelah dikerjakan material pengamanan sungai tersebut sudah banyak yang rusak.

Kerusakan itu menuai sorotan dari aktivis Muratara. Seperti diungkapkan seorang aktivis Muratara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu (28/3/2026).

Disana Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Kejaksaan Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai, “pintanya.

Karena menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh.

” Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal jadi,”ucapnya.

Masih katanya proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih yang dibidangi oleh BPBD Musi Rawas Utara dan dikerjakan oleh CV DJA asal Palembang sudah banyak yang hancur. (**)

Komentar