SKK Migas–Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Amankan Hulu Migas dan Dongkrak Lifting

Peristiwa, Sumsel29 Dilihat

 

Palembang, Muratarabicara.com-Suasana Ruang Delegasi Lantai 2 Mapolda Sumatera Selatan, Senin (23/02/2026) siang, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah pejabat tinggi sektor energi dan aparat kepolisian duduk satu meja, membahas satu agenda penting: menjaga denyut industri hulu migas tetap stabil di Bumi Sriwijaya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, menyampaikan bahwa pihaknya bersama , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta perwakilan perusahaan migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan melakukan lawatan kerja ke Polda Sumatera Selatan. Pertemuan dilangsungkan untuk berkolaborasi dalam mencari upaya serta strategi untuk peningkatan lifting nasional terkhusus wilayah Sumbagsel, pertemuan dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel.

Dari jajaran kepolisian, hadir Karo Ops, Dir Reskrimsus, Kabid Kum, hingga Kabid Propam Polda Sumsel. Sementara dari unsur eksternal, tampak Komjen Pol. Rudy Sufahriadi selaku Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum sekaligus Ketua Tim Pelaksana Teknis Penyelenggaraan Kerjasama Produksi Sumur Minyak BKU, Nanang Abdul Manaf (Staf Khusus Menteri ESDM sekaligus Ketua Satgas Lifting), Muhammad Iksan Kiat (Tenaga Ahli Menteri ESDM), Ariana Soemanto (Direktur Pembinaan Hulu Migas KESDM), Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel hingga jajaran manajemen dari Pertamina Hulu Rokan dan Medco E&P.

Dalam pertemuan tersebut, dilakukan diskusi penguatan sinergi dan koordinasi yang menjadi benang merah pembahasan. Industri hulu migas di Sumatera Selatan, yang menjadi salah satu tulang punggung produksi nasional, membutuhkan dukungan penuh dari sisi keamanan dan kepastian hukum. Isu pengamanan objek vital nasional (obvitnas) juga menjadi salah satu fokus utama. Infrastruktur hulu migas—mulai dari sumur produksi, fasilitas pengolahan, hingga jalur distribusi—dipandang sebagai aset strategis negara yang tak boleh terganggu.

Selain itu, juga dilakukan pembahasan percepatan penyelesaian potensi permasalahan hukum di lapangan. Pendekatan preventif dan koordinatif diharapkan mampu meminimalisir gesekan sosial maupun hambatan operasional yang dapat berdampak pada target lifting nasional.

Komitmen peningkatan lifting minyak dan gas juga mengemuka dalam diskusi. Dengan tantangan produksi yang semakin kompleks, dukungan keamanan yang kondusif menjadi faktor krusial agar program pengeboran, workover, hingga optimalisasi lapangan dapat berjalan tanpa gangguan.

Kapolda Sumsel menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendukung kegiatan strategis nasional di bidang energi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui langkah pengamanan yang profesional, proporsional, dan humanis, dengan mengedepankan koordinasi lintas sektoral.

Bagi SKK Migas dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sinergi ini bukan sekadar seremoni. Stabilitas keamanan adalah fondasi keberlanjutan investasi dan keberhasilan program produksi di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Lawatan kerja ini menegaskan satu pesan penting: menjaga energi nasional bukan hanya tugas operator dan regulator, tetapi juga membutuhkan soliditas aparat dan seluruh pemangku kepentingan. Di tengah dinamika industri migas, kolaborasi menjadi kunci agar sumur-sumur produksi tetap mengalirkan energi bagi negeri. (**)

Komentar