Proyek pengamanan sungai Rupit telan anggaran 12 M lebih dikerjakan asal asalan oleh oknum kontraktor,diduga Kejari tutup mata

Muratara27 Dilihat

 

 

Muratara,muratarabicara.com-Dugaan pengerjaan proyek pembangunan pengamanan sungai di Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih dikerjakan asal-asalan mendekati kebenaran.

Buktinya hasil investigasi di lapangan walaupun proyek pembangunan penahan sungai di Desa Lawang Agung dilakukan perbaikan. Namun terlihat sekali antara dua beton terlihat masih renggang (tidak rapat).

Yang kedua beton penahan sungai tersebut tidak lurus. Diduga ini menandakan bahwa perencanaannya tidak maksimal.

“Saat ini sedang banjir tidak terlihat bagian mana saja yang betonnya sudah rusak dan nyaris longsor, ” Ucap warga setempat Fer, Senin (30/3/2026).

Masih katanya ada kemungkinan bangunan penahan sungai ini tidak bertahan lama. Apalagi terlihat jelas kerenggangan antara beton penahan sungai.

 

“Kita berharap diperbaiki dengan sebaik-baiknya apalagi anggaran yang di gelontorkan tidak sedikit, ” Ucapnya.

Masih katanya walaupun proyek pembangunan penahan sungai dibawah pengawasan Pengamanan Proyek Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri Lubuklingggau, kwalitasnya harus bagus. Jangan terkesan asal selesai.

“Kita menginginkan proyek ini bagus, walaupun dibawah PPS Kejari Lubuklinggau jangan asal selesai, ” Pintanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya dugaan Kerusakan pembangunan pengamanan sungai rupit menuai sorotan dari aktivis Musi Rawas Utara. Seperti diungkapkan seorang aktivis Musi Rawas Utara, Hikmi Wahyudi, diunggah di laman grup FB Rupit Rawas Comunity, Sabtu (28/3/2026).

Disana Hikmi Wahyudi meminta Kejaksaan Negeri Lubuklinggau turun ke Kabupaten Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai di Kelurahan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.

“Kejaksaan Negeri Lubuklinggau harus turun ke Musi Rawas Utara untuk mengecek pembangunan pengamanan sungai, “pintanya.

Karena menurutnya pembangunan pengamanan sungai tersebut dikerjakan asal-asalan tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh.

” Pembangunan diduga tanpa pertimbangan kontruksi yang kokoh terkesan asal jadi,”ucapnya.

Masih katanya proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp. 12 milyar lebih yang dibidangi oleh BPBD Musi Rawas Utara dan dikerjakan oleh CV DJA asal Palembang sudah banyak yang hancur. (**)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar