Muratara, Muratarabicara.com-Asisten manager PT Dendi Marker Indah Lestari (DMIL) menantang DPRD Musi Rawas Utara dah wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara.
Tantangan ini dilontarkannya terkait adanya dugaan intimidasi kepada karyawan permanen PT DMIL yang berlokasi di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Seperti di lansir dari media klik Sumatera.com, Jumat (27/3/2026), menyebutkan asisten manager PT DMIL inisial ZL dalam suatu rekaman menantang, bahwa ia tidak takut sama DPRD Musi Rawas Utara dan wartawan.
Tidak diketahui secara pasti maksud dari asisten manager menantang DPRD Musi Rawas Utara.
Namun dalam rekaman yang berdurasi sekitar 30 detik ini ZL menegaskan bahwa dirinya tidak pernah takut dengan DPR dan wartawan, dan termasuk dengan siapa pun.
“Mau ajak Wartawan , buat apa saya tidak takut. Begitu juga sama DPR dan Wartawan termasuk dengan siapa pun , paling saya di mutasi atau kalau saya Di pecat saya masih lumayan saya masih dapat uang Rp 200 juta,” Ucapnya.
Untuk itu mulai sekarang harus bekerja. Kalau ada yang tidak beres segera lapor.
“Nah mulai sekarang kalian harus bekerja. Pokoknya apabila ada yang tidak beres itu saya anggap patal ,dan lapor kan sama saya , dan yang nama nya AZ ancaknya harus di cek setiap hari kalau ada masalah harus lapor ke saya,”kata ZL dengan nada mengancam .
Diduga sampai saat ini Asisten manager PT DMIL , ZL tetap menekan serta meng intimidasi salah satu karyawan yang ia tuduh membuang buah janjangan sawit ke semak-semak.
Menurut Info ZL terus berupaya sekeras mungkin agar karyawannya mengaku , padahal ZL tidak melihat dengan mata Kepala nya sendiri , tuduhan ZL Hanya karena curiga karena Bua janjangan sawit yang di hasilkan sedikit.
Dan tuduhan yang tidk berdasar itu di duga hanya untuk membuat SP kepada para karyawan. Karena tertuduh mengaku tak pernah melakukan yang seperti ZL tuduhkan kepada dirinya.
,”Mau bagai mana pun asisten menekan kan kepadabsaya supaya mengaku. Saya takkan pernah mengaku karena saya merasa tak pernah membuang satu berondolan pun apalagi mau buang janjangan. Saya yang dan tiga orang teman saya di suruh menandatangani surat perjanjian serta surat pengunduran diri secara sepihak, “tegasnya.
,”aya sendiri yang belum tandatangan surat tersebut karena menurut saya surat itu cacat secara Hukum, sekarang Dia sendiri yang menuliskan surat itu dan dia juga tidak bisa menjawab, terkait pembuatan surat tersebut kan aneh , kata nya menunggu menjer dan humas sedangkan surat tersebut sekarang kembali dia ambil dari saya ,”pungkasnya.















Komentar