Dinas pertanian kabupaten Muratara bersama Gapoktan tanam padi di lokasi lahan cetak sawah di desa lesung batu muda

Muratara, Pertanian106 Dilihat

 

Muratara,muratarabicata.com- Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, propinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Pertanian menggelar serta mengikuti live zoom gerakan tanam serentak se sumsel kegiatan Pencanangan Gerakan Tanam sebagai langkah strategis mengantisipasi dampak fenomena El-Nino. Kegiatan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB di lokasi Cetak Sawah Rakyat, Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu.pada selasa(19/5/2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas Utara, Ade Meiri. Turut hadir dan mendampingi sejumlah pejabat serta pemangku kepentingan daerah, yaitu:
Dandim 0406 Lubuk Linggau
Komandan Batalyon Infanteri TP 846 KS
Kepala Distrik Ketapang
Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Muratara
Camat Rawas Ulu
Kepala Desa Lesung Batu Muda
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Setia Mekar
Manager Brigade Pangan Sejahtera Bersama

Gerakan tanam ini merupakan langkah nyata untuk menjaga ketahanan pangan daerah di tengah potensi musim kemarau panjang akibat El-Nino.

Diharapkan melalui kegiatan ini, lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal, hasil panen tetap terjaga, dan ketersediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara dapat terpenuhi dengan baik.

Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Rawas Ulu, Abd Rozak, menyampaikan permohonan maaf dari Camat Rawas Ulu Hazarika yang tidak dapat hadir langsung dalam kegiatan pencanangan gerakan tanam tersebut.

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terselenggaranya program ini di wilayah Kecamatan Rawas Ulu.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Rawas Ulu, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya Dinas Pertanian, serta kepada Danramil dan jajaran yang telah merealisasikan program cetak sawah ini di wilayah kami,” ujar Abd Rozak.

Ia berharap program strategis ini dapat berjalan dengan baik, aman, lancar, dan sukses ke depannya. Manfaatnya diharapkan dapat langsung dirasakan oleh seluruh masyarakat di sekitar wilayah Kecamatan Rawas Ulu.

“Semoga kegiatan ini membawa hasil yang melimpah dan benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan warga kami,” pungkasnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Musi Rawas Utara, Ade Meiri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pencanangan gerakan tanam di tengah masyarakat dan para pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul bersama di lahan ini dalam rangka menanam padi untuk menghadapi dampak fenomena El-Nino. Memang kami di Dinas Pertanian masih menghadapi keterbatasan tenaga, namun lahan yang telah dibuka ini wajib dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan rincian luas lahan yang dikembangkan:
Tahap pertama seluas 7 – 8 hektar dan harus segera ditanami
Tahap berikutnya akan dikembangkan lagi menjadi 50 hektar agar pengelolaannya semakin optimal

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif para petani setempat. Pemerintah telah memberikan dukungan penuh selama 3 tahun berupa bantuan benih dan pupuk secara gratis.

“Tersedia juga bantuan biaya pengolahan lahan sebesar Rp900.000 per hektar untuk mematangkan lahan ini. Kami memaksimalkan anggaran dari APBD Kabupaten, serta memfasilitasi akses permodalan melalui perbankan, termasuk kemudahan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani,” tambah Ade Meiri.

Harapannya, cetak sawah rakyat ini dapat menjadi solusi menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani di wilayah Kecamatan Rawas Ulu dan sekitarnya.

 

Komandan Koramil Rawas Ulu, Kapten Infanteri Budia Setiawan, menyampaikan bahwa program cetak sawah ini merupakan bagian dari kebijakan dan program utama Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Perlu diketahui, lahan ini sebenarnya sudah mulai dipersiapkan sejak bulan Agustus tahun lalu. Oleh karena itu, jangan sampai ada istilah ‘jatuh bangun’ dalam pengelolaannya. Kalau sudah jatuh, kapan waktunya bangkit lagi? Kita harus pastikan lahan ini terus produktif,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak, terutama para petani, untuk memanfaatkan lahan yang sudah terbuka ini secara maksimal. Menurutnya, kemandirian pangan ada di tangan masyarakat sendiri.

“Mari kita manfaatkan lahan ini dengan sungguh-sungguh. Lihat saja, saat ini negara tetangga seperti Malaysia justru sedang mengalami kekurangan stok beras. Kita di sini punya lahan luas dan kesempatan besar—hasil panen yang melimpah itu tergantung pada kemauan dan kerja keras kita sendiri,” tambah Danramil dengan semangat.

Diharapkan dengan semangat kebersamaan ini, program cetak sawah di Desa Lesung Batu Muda dapat berjalan lancar, memberikan hasil melimpah, dan menjadikan Kabupaten Musi Rawas Utara tetap aman dan mandiri dalam ketersediaan pangannya.pungkasnya

Komentar