Korban Meninggal Tabrakan Bus Als Vs Truk Tangki BBM Bertambah Jadi 19 Orang

Muratara, Peristiwa40 Dilihat

 

 

Muratara, Muratarabicara.com –Korban meninggal laka maut antara Bus Als dengan truk tangki BBM bertambah menjadi 19 orang.

Bertambahnya korban meninggal setelah satu penumpang lainnya yakni Jumiatun (34) warga warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, meninggal dunia, Jumat (15/5/2026) di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang

Korban meninggal dunia setelah menjalani operasi kedua akibat luka berat dideritanya.

 

Dengan meninggalnya Jumiatun, total korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan Bus ALS dengan Truk Tangki PT SRMD bertambah menjadi 19 orang.

“Benar. Jumiatun meninggal dunia setelah menjalani perawatan, ” Kata Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (15/5/2026).

Sayangnya pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan secara rinci kondisi terakhir dialami korban Jumiatun.

“Iya benar meninggal dunia. Nanti akan kami sampaikan lengkap saat rilis sore,” terangnya, Jumat, (15/5/2026).

 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya Jumiatun dan suaminya, Ngadiono yang selamat dari kecelakaan Bus ALS sempat menjalani operasi di RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel,Senin, (11/5/2026).

Kedua korban mengalami luka bakar serius akibat kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki milik PT SRMD yang memicu kebakaran.

Tim medis telah melakukan tindakan operasi terhadap dua korban selamat tersebut sebagai upaya penyelamatan.

Kondisi Jumiatun saat itu menjadi perhatian khusus karena mengalami luka bakar cukup parah, terutama di bagian tangan kanan.

 

Setelah dilakukan operasi, diketahui tangan kanan korban mengalami kerusakan berat sehingga jaringan serta fungsi pembuluh darahnya tidak berjalan normal.

Tim dokter sebelumnya terus melakukan pemantauan intensif untuk melihat perkembangan kondisi korban dan menentukan langkah medis lanjutan.

“Jika kondisinya memang tidak memungkinkan dipertahankan, maka tindakan amputasi pada tangan kanan menjadi salah satu opsi medis demi keselamatan pasien,” terang Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto. (**)

Komentar