Bupati Muratara Devi Suhartoni pimpin langsung upacara peringatan hari lahir Pancasila di halaman SMPN1 Rupit

Muratara48 Dilihat

Muratara,muratarabicara.com Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), propinsi Sumatera Selatan menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara khidmat di halaman SMP Negeri 1 Rupit, Senin (1/6/2026).

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Muratara, Devi Suhartoni, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Andrean Fatorsyah, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI-Polri, serta ratusan guru dan siswa dari berbagai satuan pendidikan.

Dalam pidatonya, Bupati Devi Suhartoni menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang wajib dipahami, diajarkan, dan diterapkan sejak usia dini. Menurutnya, Pancasila menjadi pengikat utama persatuan bangsa Indonesia yang majemuk, sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertera pada lambang negara Garuda Pancasila.

Bupati menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh guru yang hadir sejak pagi serta para siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama membangun masyarakat dan daerah yang kuat serta berkarakter.

“Pancasila harus diajarkan sejak usia dini, bukan hanya sebagai materi hafalan atau pelajaran, melainkan sebagai cara berpikir dan bertindak sehari-hari. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan kita menghormati perbedaan keyakinan dan menjaga segala ciptaan Tuhan tanpa merusak atau menyakiti. Sila-sila lainnya menjadi panduan berinteraksi, bersatu, serta menyelesaikan setiap perbedaan melalui musyawarah dan keadilan,” ujar Bupati.

Sebagai pemimpin daerah, Bupati mengakui penerapan nilai Pancasila dalam tata kelola pemerintahan tidak selalu mudah dan sempurna, namun selalu diupayakan sebaik mungkin. Ia mencontohkan komitmen pemerintah daerah dalam bidang pendidikan, mulai dari perlakuan adil dan perhatian yang sama bagi seluruh tenaga pendidik –baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), maupun staf pendukung– hingga penyediaan seragam dan tas sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Langkah ini diambil agar tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, sebuah pengalaman pahit yang pernah ia saksikan langsung pada masa lalu.

Menjawab tantangan masa kini dan masa depan, Bupati mengajak seluruh pelajar Muratara memiliki cita-cita tinggi dan mengejar pendidikan setinggi mungkin. Ia menegaskan pendidikan tinggi bukan sekadar soal gelar atau ijazah, melainkan sarana memperluas wawasan, mengubah pola pikir, serta membuka jalan keluar dari batasan lingkungan asal. Ia juga mendorong generasi muda lebih banyak menekuni bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), mengingat kebutuhan daerah akan tenaga ahli di bidang tersebut masih sangat besar.

“Dulu, banyak warga Muratara yang meski tidak berpendidikan tinggi bisa sukses menjadi pengusaha karet atau kelapa sawit. Namun zaman telah berubah; kemajuan kini hanya bisa diraih dengan bekal ilmu pengetahuan yang luas dan berkualitas. Pendidikan dari lembaga terpercaya akan membentuk cara berpikir yang sistematis sekaligus membangun jaringan persaudaraan yang bermanfaat seumur hidup,” tegasnya.

Bupati juga memuji kebiasaan positif yang tumbuh di sekolah-sekolah Muratara, seperti kegiatan pengajian pagi dan pembacaan Surat Yasin setiap Jumat. Ia berharap tradisi baik ini terus berkembang hingga menjangkau hampir 200 titik kegiatan di seluruh wilayah, karena nilai kebaikan yang ditanamkan akan membawa berkah bagi kemajuan daerah. Selain itu, ia mengimbau seluruh sekolah untuk menanam pohon serta menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas, termasuk toilet, agar sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman, sehat, dan indah.

Menyikapi kendala keterbatasan anggaran yang dialami pemerintah daerah akibat pemotongan dana transfer pusat berturut-turut sejak 2023 hingga 2026, Bupati mengajak seluruh masyarakat tetap berpikir positif dan mendoakan kebaikan bagi bangsa. Ia juga mengingatkan agar kritik disampaikan secara santun, membangun, dan tidak berubah menjadi ujaran kebencian di media sosial.

Di akhir amanat, Bupati meminta perhatian khusus seluruh tenaga pendidik untuk menghentikan segala bentuk perundungan atau bullying, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Guru diharapkan mendekati siswa yang berperilaku menyimpang dengan pendekatan kekeluargaan dan komunikasi baik, demi menjaga keamanan, kedamaian, serta masa depan Kabupaten Muratara.

Kegiatan peringatan Hari Lahir Pancasila ditutup dengan harapan agar nilai-nilai luhur dasar negara terus hidup, tertanam kuat, dan menjadi pedoman setiap langkah kehidupan seluruh

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar